SiLoU Scene 1
Owh!!
Kringg!!!... jam beker Gi berdering keras sampai jatuh dari lemari bajunya mendarat dengan kasar dan keras mengenai kepalanya dan spontan dia berhenti berdering. Gi pun bangun karena kepalanya sakit kejatuhan jam itu. Mungkin berdasarkan pengalaman sebelumnya yaitu kebiasaanya tidur dengan telanjang dada bahkan pernah telanjang bulat, kali ini Gi memakai singlet putih dan boxer agar tidak dilihatin cewe cewe yang ngekos di sebelah kos kosannya. Meskipun berada di keluarga yang berada Lazul George Rosaceio atau Giorgio atau Gi lebih suka ngekos daripada harus tidur dirumahnya yang jaraknya cukup jauh dari sekolahnya. Selain mencari teman dan pengalaman baru dia juga menghindarkan diri dari suara suara keluarganya yang sangat sepi... Segera saja dia bergegas menuju kamar mandi yang masih kosong dan menuju sekolahnya yang jaraknya tak begitu jauh dari kos kosannya .untuk kelima kalinya dia dikirimi sms dari tante tante yang isinya rada rada ngeres. Selain isinya memohon agar Gi menemani si pengirim kadang juga berisi tentang pencarian jodoh. Gi hanya membaca sms itu saat di toilet atau di kos kosan. Kali ini dia membaca di toilet sambil cekikian dan menghapus smsnya dengan santai. Diluar Randy BF-nya menunggu sambil melihat cowok cowok yang melintas. Akhirnya Gi keluar dari toilet itu diikuti bau ammonia yang sangat kuat. “lama banget Gi .loe pipis apa ngocok??” Gi menyengir mendengar kata kata itu keluar dari mulut Randy “woi Ran aku gk bakal ngocok hanya karena sms nyasar dari tante tante . Emang aku kaya kamu ?” Gi menunjuk Randy menggunakan kedua jari telunjuknya. Randy juga menyengir melihat Gi menunjuknya. RG yang juga keluar dari toilet sebelah melirik kedua cowok itu lalu mengrenyitkan dahi lalu memakai headphone yang menghiasi lehernya sedangkan kedua cowok yang dilihatya malah saling bertatap muka dengan ekspresi heran.
“ Ran kayaknya RG pikirannya jelek nih “ “ hei RG tuh diem banget kecuali waktu dia nge-DJ dia baru rame .weits maksud loe...???” “apa loe gak ngerti???” ”kali aja dia...”
“mending kita kejar...”
Langsung mereka mengejar cowok ber-Headphone itu sampai menuju kelas mereka dan Trio Bunga sekolah menyambutnya. Rosa, Camelia,dan Dahlia yang merupakan cewe terkenal di sekolah itu dan menjadi trendsetter para gadis gadis di tempat itu. Yang anehnya yang mengejar-ejar bukanlah para cowo tapi para cewe yang mengejar si cowo oleh karena itu mereka harus berusaha keras agaar si cowo berhasil ditangkap dan masuk ke dalam hatinya dan di sana para gadislah yaang berkuasa jika para cowo memainkan hatinya, cowo harus siap siap kehilangan banyak darah atau memar memar bahkan bisa koma lebih dari 3 minggu .ke3 cewe itu tak ingin menjadi gadis brutal sehingga mereka menutupi keperkasaannya dengan berdandan ala cewe semestinya
“eh ada cowo ganteng plus macho lagi lari lari”
“hem girls kayaknyaa yang ini bisa jadi target kita nih”
“hey para cowo siap gak kita kejar?”
“em maaf para ladies kayaknya nanti dulu ya ini lagi ada sesuatu yang harus dijelaskan atau gak bisa jadi gossip indah yang akan menyebar layaknya virus komputer ataupun wabah cacar yang mudah menyerang siapa saja “
“ow kurasa ini bukan waktunya loe ceramah Gi” Randy menunjuk RG yang menuju kelas mereka .lari ngebut di lorong yang agak sempit daripada lorong lainya
Brak!! ketika mereka mendobrak kelas .seorang wanita yang menatap kedua wajah itu dan memegang sebuah tongakt sepanjang 1meter yang terbuat dari stainless steel dan menunjuk keduanya untuk duduk ke tempat mereka masing masing .RG hanya diam dan melirik ke dua temannya yang baru saja duduk dengan nyaman.dan memasang headphonenya lagi .Ivy memandang ke Gi yang berada di belakang bangkunya dengan tatapan sinis tanpa kacamata birunya yang memang saat itu dia melepasnya dan meletakannya di mejanya .pandangannya kembali menuju ke guru yang ada di depannya .Wanita tadi tampak memukai dengan kacamata kotak minus 2.5 di kedua sisi, baju yang cukup ketat sehingga memperlihatkan tubuhnya yang sangat wow. Meskipun menghadapi wali kelas seperti Bu Shinta yang sangat galak tapi Wow. Gi santai melakoni tugasnya sebagai pelajar SMA
Dengan tongkat yang masih di genggaman tangan bu Shinta mengahantamkannya ke papan tulis dan kembali menerangkan pelajaran yang memusingkan bahkan tak jarang banyak muridnya yang tertidur teteapi pada baris depan ada penonton setia bu Shinta yang selalu setia menghadapi segala kemarahan, senyuman, dan bahkan tugas yang menumpuk dari bu Shinta
Mereka bahkan rela membawakan buku dan tas bu Shinta yang terkenal beratnya menyamai sekarung batu karang yang masih fresh dari laut dan jika ditimbang timbangan yang dipakai adalah timbangan barang. Selain itu banyak lagi yang mengeluh ketika tugas mingguan jatuh pada pelajaran bu Shinta yaitu Biologi
“baik anak anak tugas mingguan kali ini menjadi tugas Biologi yaitu kalian harus melakukan percobaan Perkecambahan Kacang Hijau ,Pembuatan Tapai, Hasil Fotosintesis dan tugas kalian adalah tugas kelompok dan harus diselesaikan dalam waktu lima hari tidak boleh lebih atau kurang